Larangan Menagisi Mayit

Telah mengabarkan kepada kami Yunus bin ‘Abdul A’la dia berkata; telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah ibn Wahb dia berkata; Mu’awiyah bin Shalih berkata; dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari ‘Amrah dari ‘Aisyah dia berkata; “Tatkala datang berita kematian Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib dan Abdullah bin Rawahah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk dan terlihat sedih pada raut wajahnya, saat itu aku melihat dari celah pintu, kemudian seseorang mendatanginya, lalu berkata; para istri Ja’far menangis. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Pergi dan laranglah mereka.” Lalu ia pergi, kemudian ia datang kembali dan berkata; “Sungguh aku telah melarang, tapi mereka tidak mau berhenti?” Beliau bersabda: ‘Pergi dan laranglah mereka.’ Lalu ia pergi kemudian datang kembali dan berkata; Sungguh aku melarang, tapi mereka tidak mau berhenti? Beliau bersabda: ‘Pergi lalu tuangkan debu pada mulut-mulut mereka.’ Aisyah mengatakan; ‘Aku berkata, ‘Sungguh celaka, engkau -demi Allah-, tidaklah engkau meninggalkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal engkau tidak bisa melakukannya! ‘

HR. Nasa’i

Yang Bukan Sunnah Dalam Sholat Ied

Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Manshur dia berkata; telah memberitakan kepada kami ‘Abdurrahman dari Sufyan dari Al Asy’ats dari Al Aswad bin Hilal dari Tsa’labah bin Zahdam bahwa Ali mengangkat Abu Mas’ud sebagai wakilnya, lalu ia keluar pada hari raya, kemudian berkata; “Wahai manusia, bukan termasuk Sunnah seseorang mengerjakan shalat sebelum imam.”

HR. Nasa’i

Putihnya Ketiak Rasulullah

Telah mengabarkan kepada kami ‘Ali bin Hujr dia berkata; telah memberitakan kepada kami Isma’il dia berkata; telah menceritakan kepada kami Dawud bin Qais dari ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Aqram dari Bapaknya, dia berkata; “Aku shalat bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan aku melihat putihnya ketiak beliau Shallallahu’alaihi wasallam apabila sujud.”

– HR. Nasa’i

Malaikat Penjaga Sholat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malaikat malam dan Malaikat siang bergantian dalam menjaga kalian. Mereka berkumpul pada shalat asar dan shalat fajar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian di waktu malam naik, Allah lalu bertanya kepada mereka – dan Allah lebih tahu dengan keadaan mereka-: “Bagaimana keadaan para hamba-Ku saat kalian tinggalkan?” mereka menjawab, “Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami mendatangi mereka juga dalam keadaan shalat.”

HR. Malik

Menahan Tangannya Saat Sholat

Telah bercerita kepada kami Husain telah bercerita kepada kami Abu Uwais telah bercerita kepada kami Syurahbil bin Sa’d Al Anshari budak Bani Khothsmah dari Jabir bin ‘Abdullah dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Seseorang menahan tangannya dari mengusap kerikil saat shalat itu lebih baik daripada memperoleh seratus unta semuanya berwarna hitam di tengah matanya. Jika ada setan yang mengganggu kalian maka usaplah satu kali saja.” Telah bercerita kepada kami Husain telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi’b dari Syurahbil dari Jabir bin Abdullah berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Seseorang menahan tangannya dari mengusap kerikil itu” lalu menyebutkan maknanya.

– HR. Ahmad

Antara Telunjuk Dan Ekor Kuda Yang Kepanasan

Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Ubaidullah bin Qibthiyyah dari Jabir bin Samurah berkata, “Ketika kami shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, salah seorang di antara kami menunjukan tangannya kepada saudaranya di kanan dan kirinya, maka seusai shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Kenapa salah seorang dari kalian melakukan hal ini seakan ekor kuda yang kepanasan, cukuplah seorang dari kalian meletakkan tangan kanannya di atas pahanya dan menunjuk dengan jari telunjuknya kemudian mengucap salam pada saudaranya ke kanan dan kirinya.”

– HR. Ahmad

Larangan Puasa Pada Hari Tasyrik

Telah menceritakan kepada kami Rauh ia berkata, Telah menceritakan kepada kami Malik dari Yazid bin Abdullah bin Al Hadi dari Abu Murrah budaknya Ummu Hani`, bahwa ia bersama Abdullah bin Amru pernah menemui bapaknya, Amru bin Ash. Amru bin Ash kemudian menyuguhkan makanan kepada mereka berdua seraya mengatakan, “Makanlah.” Abu Murrah berkata, “Saya sedang berpuasa.” Amru berkata lagi, “Makanlah, karena ini adalah hari-hari yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk berbuka, dan melarang perpuasa di dalamnya.” Malik berkata, “Hari-hari itu adalah hari tasyriq.”

– HR. Ahmad

Design a site like this with WordPress.com
Get started