Ganjaran Surga Bagi Orang Buta Yang Sabar

Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami ‘Abdur Razzaq telah mengkhabarkan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ia memarfu’kannya kepada nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, ia berkata: Allah ‘azza wajalla berfirman: “Barangsiapa yang Aku lenyapkan kedua matanya, lantas ia bersabar dan mengharap pahala, aku tidak merelakan pahala baginya selain surga.” Dalam hal ini ada hadits serupa dari ‘Irbadl bin Sariyah. Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih.

HR. Tirmidzi

Jangan Minum Seperti Unta

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Yazid bin Sinan Al Jazari dari Ibnu Atha` bin Abu Rabah dari bapaknya dari Ibnu Abbas ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan sekaligus seperti minumnya unta, akan tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan dan bacalah basmalah jika kalian minum, serta (bacalah) hamdalah jika kalian mengangkat bejananya.” Abu Isa berkata; Ini merupakan hadits gharib dan Yazid bin Sinan Al Jazari dia adalah Farwah Ar Ruhawi.

HR. Tirmidzi

Membuang Cincin Dijari Kanan

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid Al Muharibi berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Hazim dari Musa bin Uqbah dari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membuat cincin dari emas lalu memakainya di jari tangan kanan. Setelah itu beliau duduk di atas mimbar dan bersabda: “Sesungguhnya Aku telah mengenakan cincin ini di jari tangan kananku.” Kemudian beliau membuang cincinnya, lantas orang-orang ikut membuang cincin mereka.” Ia berkata, “Dalam bab ini juga ada hadits dari Ali, Jabir, Abdullah bin Ja’far, Ibnu Abbas, ‘Aisyah dan Anas.” Abu Isa berkata, “Hadits Ibnu Umar ini derajatnya hasan shahih. Telah diriwayatkan pula dari Nafi’ dari Ibnu Umar dari jalur lain seperti hadits tersebut. Namun dia tidak menyebutkan bahwa Rasulullah mengenakan cincin pada jari tangan kanannya.”

HR. Tirmidzi

Tidak Ada Potong Tangan Pada Pengkhianat

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Khasyram, telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus dari Ibnu Juraij dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak ada potong tangan terhadap pengkhianat, perampas dan penipuan.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih dan menjadi pedoman amal menurut para ulama dan Mughirah bin Muslim telah meriwayatkannya dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti Hadits Ibnu Juraij. Mughirah bin Muslim adalah Bashri saudara Abdul Aziz Al Qasmali, seperti inilah yang dikatakan oleh Ali bin Al Madini.

HR. Tirmidzi

Menepati Nadzar

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Ghiyats dari Ubaidullah bin Umar dari Nafi’ dari Ibnu Umar dari Umar Ibnul Khtahthab ia berkata, “Di masa Jahiliyah aku pernah bernadzar, setelah aku masuk Islam, aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau memerintahkan aku untuk menunaikan nadzarku tersebut.”

HR. Ibnu Majah

Thawaf Di Baitullah

Telah menceritakan kepada kami Al ‘Abbas bin ‘Utsman Ad Dimasyqi; telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim dari Malik bin Anas dari Ja’far bin Muhammad dari Ayahnya dari Jabir radliallahu ‘anhu, ia berkata; “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai melaksanakan Thawaf di Baitullah, maka beliau mendatangi Maqam Ibrahim. Kemudian ‘Umar radliallahu ‘anhu bertanya; ‘Wahai Rasulullah, apakah ini maqam bapak kita (Ibrahim ‘Alaihis Salam) yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah sebutkan dalam firman-Nya: ‘Dan jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.’ (Qs. Al Baqarah 2:125)” Al Walid berkata; ‘Aku bertanya kepada Malik; ‘Beginikah Umar membacanya; ‘Dan jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim sebagai tempat Shalat? ‘ Malik menjawab; ‘Ya.’

HR. Ibnu Majah

Orang Yang Mati Dijalan Allah Akan Terus Hidup

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Mundzir Al Hizami, telah menceritakan kepada kami Musa bin Ibrahim Al Harami Al Anshari, aku mendengar Thalhah bin Khirasy, aku mendengar dari Jabir bin Abdullah, ia berkata; ketika Abdullah bin Amru bin Haram terbunuh pada perang Uhud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Jabir!, Maukah engkau aku beritahu tentang apa yang dikatakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada ayahmu?” Aku katakan: “Tentu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak pernah berbicara kepada seorang pun kecuali dari balik hijab, tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala berbicara kepada Ayahmu berhadap-hadapan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘Wahai hambaku, mintalah sesuatu dari-Ku, niscaya Aku memberikannya kepadamu, ‘ ia berkata; ‘Wahai Tuhan! Hidupkanlah aku kembali, hingga aku terbunuh kembali demi untuk-Mu yang kedua kalinya.’ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, ‘Hal itu telah berlalu dari-Ku, sesungguhnya mereka tidak dikembalikan.” la berkata wahai Tuhan! Sampaikanlah kepada orang-orang setelahku, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkana ayat: ” Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. “

HR. Ibnu Majah

Lerangan Menjual Budak Yang Bersaudara

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Affan dari Hammad berkata, telah memberitakan kepada kami Al Hajjaj dari Al Hakam dari Maimun bin Abu Syabib dari Ali ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberiku hadiah dua budak bersaudara. Kemudian aku menjual seorang dari keduanya. Beliau lantas bertanya: “Apa yang sedang dilakukan oleh kedua budak itu?” Aku menjawab, “Aku telah menjual salah seorang dari keduanya.” Beliau bersabda: “Kembalikanlah.”

HR. Ibnu Majah

Design a site like this with WordPress.com
Get started