Pacaran Itu Dosa • Aulia Izzatunnisa

Bismillaah,

Ingatlah sahabat fillah,
Pacaran itu perbuatan yang dimurkai oleh Allah!!!,
Pacaran itu jalan menuju perzinahan,
Pacaran itu maksiat,
Pacaran itu mengambil hak yang belum tentu miliknya!,
Dan…,
Pacaran itu hanya menjaga jodoh orang!
Karna pacar itu belum tentu menjadi jodoh kita?!,
Karna Allah belum tentu menjodohkannya kepada diri kita?
Lantas apa gunanya menjaga milik orang?!
Percuma saja kan?
Seseorang…,yang belum berhak menjadi milik kita?!!
Tapi kemana-mana,
Selalu berduaan!
Itu hanya mubazzir waktu saja!
Betulkan sobat!!!
Bukannya dapat pahala?!,
Tapi justru cuma nambahin dosa!??
Sahabat…,
Jangan biarkan malaikat sebelah kirimu terus bekerja mencatat setiap amal burukmu!,
Sementara malaikat sebelah kananmu hanya diam tak bekerja!
Ketahuilah,
pacaran itu ibaratnya sebuah taruhan…,
Jadinya belum pasti,tapi dosanya pasti sudah jadi!,
Tanpa kau pertanyakan lagi!,
Dan setiap detiknya,dosamu akan terus dicatat!!!
Terlebih lagi jika sering berdua-duaan,
Tanpa ikatan yang jelas!?
Ingat dia itu bukan mahram kamu!?
Hati-hati yang ketiga itu setan!!!
Setan akan selalu membisikkan manusia untuk berbuat dosa dan maksiat!,
Ingat tak,
Kisah nabi adam yang digoda oleh iblis?!,
Ketahuilah setan dan iblis adalah musuh terbesar kita!!!,
Maka sahabat…,
Jangan membenarkan dan membolehkan apa yang dilarang oleh Allah!!!
Apapun alasannya,pacaran itu ngga boleh dan pacaran itu haram dalam agama islam!!!
Jika kita tidak menaati perintah Allah?!,
Apa kita akan mengikuti langkah setan??!
Jangan sampai dirimu meninggal,
Dalam keadaan bermaksiat kepada Allah!!!,
Semua perbuatanmu baik atau buruk,
Engkau akan bertanggung jawab dihadapan Allah,
Sekecil apapun,tetap akan tersimpan rapi dalam catatanmu!!!
Sahabat,
Jangan kau biarkan catatan amalanmu penuh dengan amal-amal burukmu!!!
Karna seorang muslim dan muslimah yang baik,
Tentu takkan mau diajak pacaran,
Seorang muslim dan muslimah yang baik,
Akan selalu menaati perintah Allah,
Dan seorang muslim dan muslimah yang baik,
Tentu takut untuk berbuat dosa dan maksiat!
Bukan mengikuti langkah setan!!!
Jika kamu mencari seorang pacar yang shalih dan shalihah,
Maka itu takkan pernah kau temui!!,
Sebab seorang muslim dan muslimah yang baik,
Tentu tidak akan mau diajak berbuat dosa,apalagi mau di ajak pacaran,
Sebab ia tahu kalau pacaran,
Bukan ciri muslim dan muslimah yang baik!!!

Sholat Ketika Terjadi Gerhana • Nasehat Islam

Sholat Ketika Terjadi Gerhana • Nasehat Islam 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang atau pun kelahirannya, akan tetapi keduanya adalah ayat-ayat Allah. Karena itu, bila kalian melihat (gerhana), maka shalatlah.”

(HR. Muslim)

 dari Abu Bakrah berkata, “Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu terjadi gerhana matahari.
 Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri menjulurkan selendangnya hingga masuk ke dalam masjid, kamipun ikut masuk ke dalam Masjid, beliau lalu mengimami kami shalat dua rakaat hingga matahari kembali nampak bersinar.
 Setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan banyaklah berdoa hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.”
(HR. Bukhari)
Gambaran shalat gerhana Rasulullah,
 beliau kemudian mendirikan shalat dengan diikuti oleh orang-orang di belakangnya. Beliau berdiri dengan lama, lalu rukuk dengan rukuk yang panjang, lalu mengangkat (kepala) kemudian berdiri dengan panjang, namun tidak sepanjang yang pertama. Kemudian rukuk kembali dengan panjang namun tidak sepanjang rukuk yang pertama, kemudian beliau mengangkat kepalanya dan sujud. Kemudian beliau kembali berdiri dengan panjang namun tidak sepanjang yang pertama, lalu rukuk dengan panjang namun tidak sepanjang rukuk yang pertama, lalu mengangkat (kepala) dan berdiri dengan panjang namun tidak sepanjang yang pertama. Kemudian beliau rukuk dengan panjang namun tidak sepanjang rukuk yang pertama. Kemudian beliau mengangkat kepalanya, lalu sujud dan mengakhiri shalatnya
(HR. Bukhari)

Menyebarkan Broadcast Dakwah Tapi Belum Mengamalkannya

❓❓Menyebarkan BC DAKWAH Namun BELUM Mengamalkannya..❓❓

Tanya :
Bagaimana hukumnya jika kita sering menyebarkan (broadcast) materi dakwah, tetapi kita sendiri tidak mampu mengamalkan materi tersebut (na’udzubillah), atau tidak mampu menambah ketaqwaan ?

Jawab :
Ustadz Muhammad Wasitho, MA حفظه الله تعالى

Bismillah. Hukum men-Broadcast (share) materi dakwah yang belum mampu kita kerjakan kepada orang lain, muslim maupun non muslim adalah amalan terpuji yang SANGAT DIANJURKAN, karena termasuk dalam bab tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, dan saling menasehati dan mengajak kepada kebenaran.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala: (Wa Ta’aawanuu ‘Alal Birri Wat-Taqwa)

Artinya: “Dan hendaklah kalian saling tolong menolong di atas kebaikan n ketakwaan.” (QS. Al-Maidah: 2).

Dan jg berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (yg artinya) : “Orang yg menunjukkan (orang lain) kpd kebaikan, maka ia (mendapatkan pahala) seperti orang yg mengerjakan kebaikan itu.”

Dan juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya) : “Sungguh Allah memberikan hidayah kepada satu orang saja melalui tanganmu, (pahalanya) itu lebih baik bagimu daripada onta merah.”

Sebagai contoh: ada seorang ustadz atau penuntut ilmu mengajarkan atau men-broadcast materi dakwah tentang tata cara haji dan umroh sesuai sunnah Nabi, atau tentang keutamaan tahajjud, puasa daud, senin dan kamis, atau kurban, lalu materi tersebut diamalkan oleh orang yang mendengarkannyaatau membacanya, maka orang yang mengajarkannya dan juga ikut serta men-broadcastnya mendapatkan pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya meskipun ia sendiri belum mampu mengerjakannya kerena belum mampu secara badan maupun finansial.

Jadi, harus DIBEDAKAN antara kewajiban mengajarkan dan menyebarkan ilmu kebaikan dengan kewajiban mengamalkan perkara-perkara Islam yang hukumnya Wajib.

Wajibnya mengajarkan dan menyebarkan ilmu syar’I TIDAK DISYARATKAN untuk melaksanakan semua amalan Islam yang wajib maupun yang Sunnah terlebih dahulu. Dan juga Tidak Disyaratkan untuk selamat dan bebas dari segala dosa dan maksiat. Sebab, jika disyaratkan demikian, niscaya tiada seorang pun yang mampu mengajarkan dan menyebarkan ilmu kepada orang lain.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.

��[BBG Al Ilmu – 461]

———————-
♨ Repost: WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo

Kisah Cinta Zainab Binti Rasulullah • Aulia Izzatunisa

Kisah Cinta Sejati Zainab binti Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam: Keimanan di Batas Ajal

Inilah salah satu kisah sangat langka dan jarang sekali diketahui di kalangan umat Islam. Kisah cinta sangat mengharukan Zainab binti Muhammad radhiallahu ‘anha – putri sulung Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam. Berkisah tentang kesetiaan suami istri yang dipisahkan oleh iman dan dipersatukan kembali oleh iman di batas ajalnya. Zainab merupakan putri sulung Nabi yang terlahir dari rahim Siti Khadijah radhiallahu ‘anha.

Zainab merupakan hiasan teramat berharga bagi suaminya, Abul Ash ibn Rabi’. Sosok Zainab menjadi cermin istri yang begitu setia dalam khidmat untuk suaminya. Cinta kasih sayangnya tidak lekang oleh keberpisahan karena perbedaan iman dan ketaatan memenuhi perintah ayahandanya untuk hijrah ke Madinah, meninggalkan suaminya tercinta.

Bagaimanakah kisah romantika suami istri yang sangat merawankan hati ini terjadi? Ketika Zainab menyampaikan berita risalah tauhid bahwa ayahandanya mendapat wahyu kenabian melalui malaikat Jibril, Abul Ash, suaminya mengingkari kenabian mertuanya Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam. Abul Ash tidaklah menyangkal bahwa ayah mertuanya, yang telah mendapat gelar al Amin dari kalangan para pemuka Quraisy – sukunya – merupakan orang yang tidak pantas diingkari, tetapi demi alasan mengikuti ajaran nenek moyangnya lebih ia utamakan untuk menolak risalah kenabian tersebut.

Dalam perang Badar, Abul Ash melibatkan diri sebagai bagian dari 1.000 musyrikin Quraisy Makkah yang memerangi ayah mertuanya sendiri. Tidaklah terbayangkan kegalauan perasaan hati Zainab saat itu menghadapi peperangan diantara mertua dengan menantunya. Ia sangat berharap-harap cemas akan keselamatan ayahnya. Namun di saat yang sama, ia juga teramat gundah dengan nyawa suaminya dalam perang Badar.

Perang yang sangat menentukan nasib ayahnya dan risalah kenabian. Bagaimana tidak? Karena perang ini sangat tidak berimbang, 303 muslim generasi paling awal menghadapi kekuatan 1.000 orang musrik Makkah yang ingin melenyapkannya.

Namun akhirnya datang kabar berita ke dalam rumahnya bahwa 70 orang musyrikin Mekkah telah tertawan di Madinah, dan salah satu adalah Abul Ash. suaminya. Siapakah yang akan menebus suaminya sebagai tawanan kaum muslimin? Zainab sang istri yang akhirnya menebus pembebasannya.

Demikianlah ketaatan seorang istri yang beriman terhadap suaminya yang masih kafir, sementara belum ada perintah larangan Nabi untuk memisahkan suami istri yang berbeda iman. Belum turun wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memerintahkan seorang istri harus terpisah dari suaminya karena perbedaan iman.

Dari Makkah, Zainab mengirimkan tebusan untuk membebaskan suaminya sejumlah harta tebusan dan seuntai kalung batu Onyx Zafar pemberian ibundanya tercinta. Ini kalung teramat istimewa bagi Rasulullah karena mengingatkan akan istri tercintanya. Kalung itu juga hadiah pernikahan Zainab dari ibunya, Khadijah.

Ketika Nabi melihat kalung itu, ingatannya melayang ke masa lalunya pada cinta sejatinya, Khadijah. Nabi berseru pada kaum muslimin Madinah, jika mereka setuju Nabi meminta agar Abul Ash dibebaskan dan kalung itu dikembalikan ke Zainab, putri kesayangannya yang masih tertinggal di Mekkah. Begitulah adab Nabi, meski sebagai pemimpin yang berkuasa penuh namun dia masih meminta persetujuan umat menyangkut kemaslahatan keluarganya (terkait kalung tebusan tawanan).

Berita gembira kembalinya Abul Ash kepada istri yang sangat mencintainya, Zainab, ternyata juga membawa kabar yang sangat memiriskan hati pasangan suami istri tersebut. Nabi bersabda bahwa iman telah memisahkan mereka sebagai pasangan istri. Iman telah menjadi batas hubungan suami istri. Dan Zainab diminta berhijrah ke Madinah oleh Nabi.

Zainab harus berhijrah ke Madinah, menempuhi jarak 400 KM, karena kewajiban iman guna memenuhi perintah Rasulullah. Kala itu Zainab sedang mengandung buah cinta dengan Abul Ash dan kelak akhirnya keguguran karena terjatuh dari untanya. Keduanya, Zainab dan Abul Ash, harus berpisah dengan  air mata menggenang. Demikianlah ketaatan Zainab kepada agamanya dan kesetiaan pada suaminya.

Sementara dalam masa yang sama, ada seorang laki-laki di Mekkah diriwayatkan melakukan hijrah ke Madinah karena ingin menemui wanita yang akan dinikahinya.

Beberapa waktu sebelum Fathul Makkah (penaklukan Mekkah), Abul Ash memimpin kafilah dagang dari Syam. Lagi-lagi, seluruh hartanya disita kaum muslimin. Ketika gelap malam merayapi kota Madinah, Abul Ash diam-diam menemui Zainab, setelah terpisah selama 6 tahun, dan meminta Zainab memberi perlindungan. Zainab pun menyanggupi permintaan suaminya.

Zainab pun berseru dari balik dinding masjid ketika Rasul dan kaum muslimin berdiri menegakkan shalat Subuh.

“Wahai kaum muslimin, Abul Ash berada dalam perlindungan Zainab.”

Abul Ash dan hartanya pun selamat.

Dan ini klimaks dari kisah cinta sejati putri sulung Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam. Sepulang kembali ke Makkah dan menunaikan amanat orang Quraisy, Abul Ash berseru dan berikrar syahadat memasuki ke haribaan Islam.

Abul Ash pun dengan sangat segera menyusul istri yang sangat menyayanginya, Zainab binti Rasullah Shalallahu’alaihi wasallam , ke Madinah. Kembali kepada belahan jiwanya setelah 6 tahun berpisah karena iman. Abul Ash dan Zainab pun kembali bersatu cintanya karena iman.

Cinta dan kasih sayang Zainab kepada suaminya akhirnya tergenapkan. Kerinduan sang istri  agar berkas cahaya iman bersemayam  di dada suaminya pun terpenuhi. Tak berselang lama, hanya setahun kemudian wafatlah Zainab binti Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam.

Cinta Abul Ash, entah bagaimana, telah menyebabkan tangisannya begitu menyayat sehingga yang mendengarnya pun ikut menangis. Usai dimandikan, Nabi bersabda :

“Kafanilah ia dengan kain ini.”

Dalam perjalanannya ke negeri Syam, Abul Ash mengenang istri tercinta,

”Puteri Al-Amiin, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan setiap suami akan memuji sesuai dengan yang diketahuinya.’

Demikianlah ridha suami telah dibawa serta oleh Zainab untuk menemaninya di alam kubur. Itu bayangan kecintaan Zainab, putri pemimpin para Nabi, kepada suaminya.

🌾🌸 Wadah Aspirasi Muslimah 🌸🌾

Antara Orang Beriman Dan Sesat • Aulia Izzatunisa

Antara Orang Beriman Dan Sesat • Aulia Izzatunisa

Allah Ta’ala berfirman:

    فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ

“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 125)

Pada ayat ini dijelaskan kondisi orang beriman, yang fithrahnya teguh diatas tauhiid, maka Allah melapangkan dadanya bagi Islam, menyinari jalannya, dan menolongnya dengan kebaikan. Sedangkan orang yang menolak menerima iman, dan condong pada kesesatan, maka Allah menambah kesesatannya dan menjadikan dadanya sempit terjepit,Ia digambarkan seperti orang yang sedang terbang ke langit. Semakin tinggi ia terbang, akan semakin sesak dadanya, hingga hilang nyawanya. Ia tidak mampu menyelamatkan dirinya
  
Allah memperkuat hati orang-orang yang bertauhiid dan menambah petunjuk serta iman kepada mereka
    .
Allah Ta’ala berfirman:

    وَالَّذِيْنَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَّاٰتٰٮهُمْ تَقْوٰٮهُمْ

“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan mereka.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 17)

Sedangkan orang-orang sesat, maka setan akan menguasai hati mereka, dan mencekik mereka
   
Allah Ta’ala berfirman:

    اِسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطٰنُ فَاَنْسٰٮهُمْ ذِكْرَ اللّٰهِ ۗ اُولٰٓئِكَ حِزْبُ الشَّيْطٰنِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ حِزْبَ الشَّيْطٰنِ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

“Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi.”
(QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 19)

Nikmat Yang Harus Disyukuri • Aulia Izzatunisa

Nikmat Yang Harus Disyukuri • Aulia Izzatunisa

Saudaraku, salah satu nikmat yang wajib kita syukuri selain nikmat iman dan nikmat Islam adalah nikmat penciptaan. Kita wajib bersyukur karena Alloh menciptakan kita sebagai manusia, bukan batu, bukan hewan, bukan tumbuhan, atau makhluk Alloh yang lainnya. Karena manusia adalah makhluk yang Alloh ciptakan secara sempurna di atas makhluk-makhluk yang lainnya.

Kemudian, Alloh melengkapi kita dengan nikmat iman dan Islam. Betapa indahnya nikmat hidayah ini. Kemudian, Alloh ciptakan kita sebagai orang Islam di antara seluruh orang Islam yang ada di dunia ini, untuk tinggal di tempat yang paling nyaman, paling sejuk, paling proporsional cuacanya dan paling aman.

3 Musibah Setiap Hari • Aulia Izzatunisa

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh . .

“`TIGA MUSIBAH SETIAP HARI“`

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Pada dasarnya.
Ada tiga musibah setiap hari
Yang menimpa kita sebagai hambaNya.

Tetapi sayang…
Sebagian besar kita tidak menyadari,
Bahkan sebagian besar kita tidak bisa mengambil hikmahnya.

*Musibah pertama..*
Setiap hari jatah usia kita terus berkurang_
Tetapi berkurangnya usia ini lepas dari perhatian.

Sementara itu
Ketika harta yang berkurang
Perhatian kita sangatlah luar biasa,

Padahal harta yang hilang bisa diganti
Sementra umur yang hilang tidak akan ada gantinya.

*Musibah ke dua..*
Setiap hari kita hidup dengan rizki dari Nya
Sementara kita lalai dan lalai.

Bahwa setiap rizki yang ada
Kelak akan dihisab oleh-Nya.

Apabila rizki itu halal
Kelak akan ditanya….
Sudahkah kita mensyukurinya ?

Apabila rizki itu haram.

Maka Alloh Subhanahu Wa Ta’ala kelak mengadzab kita.

*Musibah ke tiga..*
Disadari atau tidak,
Setiap hari kita melangkah mendekati akhirat,

Sebagaimana juga kita terus melangkah menjauhi dunia.

Tetapi perhatian kita terhadap akhirat yang kekal
Tidak sebesar perhatian kita terhadap dunia yang fana.

Sementara kita tidak tahu

Bagaimana akhir perjalanan kita kelak,
Apakah akan menjadi penghuni surga
Dengan segala keindahan dan kenikmatannya,

Ataukah menjadi penghuni neraka
Tempat segala adzab dan siksanya.

Sebanyak apapun harta dunia terkumpul,
Atau sebanyak apapun penghargaan dan jabatan teraih,
Semua tidak seindah kenikmatan yang menjadi impian

Dan dambaan Nabi Yusuf Alaihi Salaam :_

توفني مسلماً وألحقني بالصالحين

“Yaa Allah aku memohon padaMu..
Agar engkau mewafatkanku dalam keadaan Islam
Dan kumpulkanlah aku di surgaMu
Bersama hamba-hambaMu yang sholeh.”
(QS. Yusuf : 101).

Sungguh !
Alangkah sedihnya hati ini.
Mendengar ungkapan ini :*
“Apabila engkau merasa malas melakukan ketaatan,
Maka waspadalah..
Bisa jadi Allah tidak suka kepada ibadahmu.”

📖 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَلَٰكِن كَرِهَ اللَّهُ انبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ

“Allah benci terhadap ibadah mereka (orang-orang munafik)..
Dengan sebab itu Allah palingkan mereka dari ibadah tersebut.”
(QS. At Taubat : 46).

Yaa Allah…
Jangan engkau jadikan dunia ini impian terbesar kami
Dan jangan pula dunia ini menyita waktu kami..

Ya Allah…
Jangan jadikan neraka sebagai akhir dari perjalanan kami.
Dan jadikan surgaMu sebagai rumah peristirahatan terakhir kami…
═══════ ❁✿❁ ═══════

Cinta Dan Takut Pada Allah • Aulia Izzatunisa

CINTA DAN TAKUT KEPADA ALLAH

#Bismillah

Cinta dan takut merupakan dua kata yang hati kita tidak akan lepas darinya. Baik ketika kita masih kecil, remaja, dewasa, bahkan ketika sudah tua. Namun terkadang kita masih saja salah mengartikan dan menyalurkan cinta dan takut pada sesuatu yang terlarang dalam agama. Oleh karena itu wajib bagi kita untuk mempelajarinya agar tidak terjatuh pada perkara yang haram. Marilah kita luangkan sejenak waktu, untuk mempelajari sekelumit tentangnya.

Ibadah itu tidak hanya shalat, puasa, zakat, haji, sedekah, berdzikir, dan lainnya dari ibadah-ibadah anggota badan (lisan dan perbuatan). Di sana masih ada ibadah lain bahkan ibadah yang paling agung yang disebut ibadah qalbiyyah (yang berhubungan dengan hati) seperti sabar, tawakkal, ikhlas, cinta, dan lain-lain. Karena definisi ibadah sebagaimana disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau rahimahullah mengatakan, “Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir) (lihat kitab al ‘Ubudiyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah).😊

Keutamaan Ilmu Agama Islam • Aulia Izzatunisa

Keutamaan ilmu agama
——————
Sahih al-Bukhori:69

عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ، وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي، وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ.

Dari Mu’awiyah, dia berkata: Aku mendengar Nabi saw bersabda:

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya maka Allah faqihkan dia (membuat ia paham) dalam agama. Sesungguhnya aku hanyalah yang membagi-bagikan sedang Allah yang memberi. Dan senantiasa umat ini akan tegak diatas perintah Allah, mereka tidak akan dicelakai oleh orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datang keputusan Allah.

Pesan :
Pentingnya belajar ilmu agama kadang masih dipandang sebelah mata oleh sebagian muslim. Mereka lebih bangga saat putra putrinya mempelajari ilmu-ilmu modern dan kekinian.
Meski tidak bisa dipungkiri bahwa ilmu modern zaman ini sangat penting demi kemajuan umat Islam, namun menguasai ilmu agama juga tak kalah penting. Karena jika seseorang hanya bermodalkan ilmu duniawi tanpa memahami ilmu agama, maka ia tidak akan mengetahui mana penerapan ilmu duniawi yang diperbolehkan, dan mana yang tidak. Ia juga bekerja dan melakukan apa yang menjadi keahliannya tanpa suatu tujuan akhirat, hanya dunia saja. Sedangkan sebagaimana kita mengetahui bahwa usia kita di dunia sudah ditentukan, dan semua perbuatan yang kita lakukan jika tidak diniatkan untuk Allah dan mengharap pahala dari-Nya, maka semua itu tidak akan berguna untuk kita di kehidupan yang abadi di akhirat nanti.

Macam Macam Rezeki • Aulia Izzatunisa

Dulu  saya pikir sholat dhuha dan membaca zikir itu pembuka pintu rezeki, dan dulu juga saya pikir, Rezeki/Rizki itu berwujud uang,Gaji yg besar, banyak order, banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di Bank, *punya banyak asset*
*Seperti : Kendaraan,* *Properti disana-sini, dll*
_*Intinya : Harta…*_

Setelah mencari tau apa makna Rezeki / Rizqi dalam Islam (sesuai yg tertera dalam Alquran dan hadits), ternyata saya salah besar…

Ternyata,
🍁 langkah kaki yg dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rizqi.

🍁 langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid, adalah rizqi.

🍁 hati yg Allah jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rizqi.

🍁 punya temen2 yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rizqi.

🍁 saat keadaan sulit penuh keterbatasan, itu juga rizqi. Mungkin jika dalam keadaan sebaliknya, justru membuat kita kufur, sombong, angkuh bahkan lupa diri.

🍁 punya orang tua yang sakit2an,ternyata itu adalah rizqi, karena merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila Kita tulus Ikhlas mengurusnya.

🍁 Tubuh yang sehat, adalah rizqi. Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rizqi karena sakit adalah penggugur dosa.

🍁 dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rizqi yang kita tidak sadari…

Suami Istri dan anak2 Sehat itu Rizki, anak-anak Anda sekolahnya lancar itu Rizki, hidup Rukun sama Tetangga itu Rizki… Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak kebajikan dari Group WhatsApp itu juga Rizki,karena Anda mendapatkan Ilmu darinya…

Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kebahagiaan, padahal begitu *banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan…* 😔

_*Mari sebarkan kebaikan dan nikmati Rizqi + Rizqi yg Allah amanahkan Kepada Kita*_

*ۚ ﻭَﻣَﺎ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَٰﻊُ ٱﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ*

*… Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al-Hadid – 57:20)*

*#Semoga Bermanfaat* —

Design a site like this with WordPress.com
Get started